Pengukuhan Paguyuban Kabupaten Bangli

  • 29 Februari 2012
Pengukuhan Paguyuban Kabupaten Bangli


      Dalam upaya meningkatkan kualitas keluarga, program KB merupakan salah satu program yang dicangankan pemerintah pusat termasuik vasektomi salahsatunya sehingga pada hari kamis (16/2) kemarin di kukuhkanlah sebuah wadah yang diberi nama Paguyuban Vasektomi Kabupaten Bangli secara simbolis di Gedung BMB Kab Bangli yang diawali dengan pembentukan struktur organisasi kepengurusan dibawah naungan Bupati Bangli selaku penasehat dengan ketua IB Putra Yadnya, Sekretaris Bapak Sumadi, Bendahara Sang Kadek Sudarsana, dengan beerapa seksi yaitu Seksi Usaha Bapak Renteb, Seksi Sosial I Wayan Ramayana Seksi  Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) IB. Putu Karyawan dan seksi organisasi Bapak Sutadi. Dengan jumlah angota kurang lebih 70 orang yang terdiri dari seluruh kecamatan di Kab. Bangli 450 orang dari Kec. Kintamani dan 30 orang dari tiga kecamatan lainnya. Seluruh pengurus dan anggotanya merupakan peserta dari program KB Vasektomi.
      Bupati Bangli selaku penasehat sekaligus merupakan peserta dari program KB Vasektomi mengatakan memandang perlu dibentuknya sebuah wadah atau organisasi tersebut dimana dengan adanya paguyuban ini diharapkan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat luas atau paling tidak dari setiap wilayah masing-masing peserta bahwa sanya program Vasektomi tidaklah berbahaya seperti yang ditakuti oleh masyarakat pada umumnya karena menurut pengalaman saya selaku peserta bahwa dengan ikut program ini merupakan salah satu wujud dari kesetaraan jender baik laki maupun perempuan adalah sama, sehingga dalam keluarga apabila seorang wanita atau ibu tidak dapat mengikuti program KB karena alasan sesuatu dan lain hal maka kaum Bapak atau laki-laki juga bisa ikut ber KB untuk dapat menciptakan keluarga yang lebih sejahtera dengan tanggungan yang lebih bisa disesuaikan dengan tuntutan hidup dijaman Moderen ini. Selain utnuk dapat mensosialisasikan program vasektomi kepada masyarakat awam juga diharapkan kedepan Paguyuban ini dapat menjadi salah satu wadah dalam perkuatan perekonomian dengan membentuk bidang usaha misalnya, karena dengan menjadi satu kelompok maka kita memiliki keluarga baru yang senasib dan sepenanggungan. “Paguyuban merupakan pelopor untuk solusi bagi keluarga yang kaum ibu tidak bisa ber KB tetapi sudah tidak mau lagi menambah keturunan dan nantinya dapat ditularkan kemasyarakat lainnya” harap Bupati Bangli.

  • 29 Februari 2012

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita