program BIRU (Biogas Rumah)


BupatiBangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum, Selasa (28/2) mengunjungi Reaktor Biogas Rumah
(Biru) milik I Ketut Kumpul di Desa Tiga Susut Bangli.  Biru merupakan program kemandirian energi di Provinsi
Bali yang dilaksanakan oleh lembaga HIVOS Netherlands bekerjasama dengan
Yayasan Idep Selaras Alam dan organisasi non pemerintah lokal yang berbasis diBali.

     PimpinanHivos Bali Gde Suarja mengatakan, program BIRU (Biogas Rumah) dimulai sejak
2009 dan sedang dikembangkan di tujuh provinsi di Indonesia, yaitu Bali, Jawa
Barat, Jawa Tenggah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan
Sulawesi Selatan. Program BIRU dikelola oleh HIVOS dengan dukungan teknis dari
SNV dan didanai sepenuhnya oleh Pemerintah Belanda. Biogas Rumah merupakan gas
dari hasil fermentasi bahan-bahan organic termasuk diantaranya kotoran manusia
dan manusia serta limbah domestik (rumah tangga). Kandungan utama dalam biogas
adalah metana dan karbon dioksida. Keunggulan Program Biru adalah lebih murah
dan irit serta lebih aman dari ledakan karena kandungan gasnya mudah terurai di
udara, hemat tenaga, lebih sehat, lebih bersih dan modern. “Melalui program
Bitu, Hivos memberikan subsidi senilai Rp 2 Juta per reaktor berupa peralatan,
bukan berupa uang tunai, serta pendampingan dan pelatihan setelah dibangunnya
reaktor”ungkapnya.

     Dikatakan juga, hingga akhir januari 2012, program Biru tela membangun 4.650 unit reaktor
biogas rumah yang tersebar di tujuh provinsi di Indonesia. Di Bali sendiri
terdapat 201 unit reaktor biogas rumah yang tersebar delapan kabupaten/kota.
Untuk di Kabupaten Bangli, hingga akhir Januari 2012 sudah dibangun 47 reaktor
dengan sebaran 14 reaktor di Kecamatan Susut, 10 reaktor di Kecamatan Bangli,
10 rekator di Kecamatan Tembuku dan 13 reaktor di Kecamatan Kintamani.

     BupatiBangli mengatakan, setelah meninjau langsung program Biru dilapangan, kita
sangat menyambut baik keberadaan program ini di Kabupaten Bangli, karena selain
efisien juga sangat ramah lingkungan. Program Biru juga mendukung penerapan
energy terbarukan untuk kalangan rumah tangga di wilayah pedesaan. Dengan
keberadaan Biru peternak ataupun petani tidak hanya mendapatkan manfaat gas
untuk memasak dan penerangan, namun manfaat lainya yaitu ampas biogas atau bio
slurry dapat digunakan sebagai pupuk organic, pakan ikan dan pestisida alami. Kita
ingin program ini bisa segera diwujudkan di pelosok-pelosok pedesaan di Bangli,
maka dalam waktu dekat kita ingin segera dilaksanakan penandatangan MoU dengan
pihak HIVOS. “jadi ini sangat baik jika bisa diterapkan secara massal”ucapnya.

     Sementara itu I Ketut Kapul salah seorang pemilik Biogas Rumah menyampaikan, “dengan
memakai biogas rumah dari program Biru, selain tidak beli gas, saya juga dapat
pupuk organic gratis dari ampas biogas. Lele saya lebih cepat tumbh dan kebun
saya sekarang bebas lalat, tidak seperti waktu mengunakan pupuk dari kotoran
ayam langsung”terangnya.

Agenda Lainnya

Cari Agenda